Minggu, 31 Oktober 2021

PERAYAAN ULANG TAHUN PEKABARAN INJIL ( BAPTIS PAPUA)

 

 R g b p News

 




 


 

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke 65 Injil masuk ke pedalamam Papua, Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua  di Tanah Papua Wilayah Mimika, menggelar peringatan yang dipusatkan di halaman Gereja Baptis  jemaat  Batu Karang Timika (Kamis Tanggal 28 Oktober tahun 2021

 

Kegiatan ini mengangkat thema;

 “ORANG BENAR AKAN HIDUP OLEH IMAN”(ROMA 1 ayat 17),

 

sedangkan untuk sub temanya adalah, Melalui Hari Perayaan Misi Penginjilan Gereja Baptis Papua ke 65 Tahun, Umat Baptis diharapkan Menjadi Jemaat yang Misioner dalam Daya, Dana dan Doa. 

 

Dalam kegiatan ini dimulai dengan pembacaan sejarah singkat penyebaran Injil Kristus di Papua di daerah Pedalaman yang di sampaikan oleh mewakili Badan Pelayan Pusat-Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua yaitu, Ibu Penetina Kogoya, S I P. 

 

Injil Tuhan Yesus Kristus tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu sehingga menjadi bagian dalam kehidupan umat yang harus dipahami,  bahwa Injil Tuhan Yesus Kristus harus terus diberitakan sampai ke ujung bumi sekalipun. 

 

Ketua Departemen PW Baptis Papua ibu Dorkas Wenda, S pdk, hadir di tengah umat Baptis Wilayah Timika mengungkapkan Hari ulang tahun Pekabaran Injil ke-65 tahun 2021 ini, kita rayakan masih dalam situasi dan kondisi yang berbeda karena dirayakan ditengah situasi dan kondisi Pandemi COvid-19 ini. Saya hendak mengajak semua umat Baptis  wilayah Timika untuk terus mensyukuri Hari Ulang Tahun ke-65 Tahun Pekabaran Injil Di daerah pedalaman Tanah Papua. yang dilalui dan dirayakan di tahun 2021 ini dengan keyakinan bahwa, tanpa INJIL maka semua manusia di Tanah ini, tidak mungkin hidup berdampingan seperti saat ini, tetapi Iman kita menyakini bahwa hanya karena Injil Kristus saja, kita boleh ada bersama seperti di saat ini.

 

Ibu Ketua Departemen Persekutuan Wanita Baptis Papua, Ibu Dorkas Wenda S Pdk, menekankan bahwa lewat syukur ini, kiranya memberi motivasi dan semangat bagi segenap anak-anak Tuhan dalam menjalankan seluruh tugas dan tanggung jawab di tengah dunia dan kerjanya yang dipercayakan Tuhan, sehingga perayaan ini memberikan support kepada segenap anak-anak Tuhan dimanapun dirinya hidup dan bekerja serta melayani sebagai apapun, semuanya bertanggungjawab untuk menyaksikan Injil Tuhan Yesus Kristus kepada dunia dan harus merenungkan perayaan ini sebagai momen penting untuk memotivasi setiap orang untuk terus bekerja dengan lebih giat dan lebih baik lagi sebagai tanda syukur kepada Tuhan.

 

Para Rasul-Rasul adalah Saksi Hidup sedangkan kita saat ini Saksi IMAN.  Orang yang beriman adalah orang yang mengarahkan pandangannya pada kekekalan, dan mereka bukanlah orang melarikan diri dunia (eskapis) seperti yang dituduhkan oleh Karl Max. Orang yang beriman kepada Tuhan adalah orang yang mendapatkan kekuatan yang besar dalam hidupnya, sehingga hidup mereka dipakai untuk menjadi berkat terbesar bagi umat manusia. Siapakah yang telah memberikan sumbangsih terbaik dan terbesar bagi umat manusia, kecuali mereka yang hidupnya telah diubah dan diberkati oleh Tuhan, sehingga dapat menjadi berkat bagi umat manusia pada umumnya, dan gereja pada khususnya? Orang beriman ialah orang yang menerima kehendak Allah di dalam hidupnya, dan di dalam ketaatan mereka kepada kehendak Allah, mereka mengalami transformasi yang luar biasa untuk mempersiapkan mereka dipakai oleh Allah untuk merubah dunia ini.

Orang yang mampu untuk merubah dunia menjadi lebih baik adalah orang- orang yang beriman, salah satunya adalah William Wilberforce. Melalui pergumulan rohani yang penuh dengan kepahitan selama 52 tahun akhirnya ia telah berhasil menghapuskan perbudakan di Inggris dengan indah. Apakah kita telah merubah dunia di sekitar kita menjadi lebih baik? Sudahkah diri kita dipakai menjadi alat bagi Dia? Orang yang beriman bukanlah orang yang mudah berputus asa dan mudah menyerah saat melihat realita dunia yang hancur ini tapi mereka justru melihat ada rencana dan kehendak Tuhan yang akan tergenapi di dunia. Anak- anak Tuhan pasti dapat merubah dunia menjadi lebih baik oleh karena itu janganlah kita menjadi takut dan mudah berputus asa sebab Tuhan pasti akan memberikan kekuatan dan kemampuan pada kita. Amin..!!

 

Pantauan Redaksi Gema Baptis News, perayaan ibadah syukur ini, di isi dengan  atraksi drama yang mengisahkan sejarah masuknya Injil di Pedalaman Tanah Papua. Drama ini diperankan para remaja dan pemuda  Baptis Wilayah Timika.

Ibu Ketua Departement PW yang dipercayakan sebagai pengkhotbah juga mengisahkan tentang perjalanan para penginjil yang mengorbankan jiwa raga untuk memperkenalkan Injil pada orang -orang tua  jaman lalu.

Menurut dia, para penginjil lokal jaman dahulu menunjukan semangat kemandirian yang luar biasa, dalam mengabarkan Injil di Tanah Papua.

“Mereka tidak mengenal lelah, walau berjalan kaki memberitakan Injil naik gunung, turun lembah dan jarak yang jauh sekalipun.

 

Dengan semangat orang-orang  tua kita dulu menjual hasil ternak ataupun tanaman, hanya untuk mereka pakai dalam kegiatan mengabarkan Injil di seluruh penjuru Tanah Papua. Semangat kemandirian itulah yang seharusnya ditiru oleh jemaat Tuhan pada masa sekarang,” 

Dalam kotbahnya juga mengingatkan hukum kasih yang menjadi fondasi kehidupan umat Nasrani sejak gereja awal.

“Mau agama apa saja, dari suku mana saja, rambut lurus rambut keriting, kulit putih kulit hitam, Injil jadi tonggak kehidupan, guna terciptanya cinta dan kasih,” ungkapnya.

 

“Kita harus yakin, Dengan iman sesulit apapun keadaan kita, harus yakini Tuhan Akan beserta kita sampai akhir jaman,” 

 

Perayaan tahun ini diwarnai fragmen atau drama yang diperagakan oleh pemuda pemudi Baptis Wilayah Timika.

 

Selanjutnya Dalam Sambutan mewakili B P P - P G B P  Ibu Penetina Kogoya, menerangkan, usai masuknya Injil di Tanah Papua 65 tahun silam, pekabaran Injil selalu berkembang ke seluruh pelosok di Tanah Papua.

“Ada catatan sejarah, ada kolaborasi denominasi gereja dalam pekabaran Injil di Tanah Papua. Dan kita terus bergandengan tangan dalam suasana Damai menebarkan benih kebenaran Injil  Kristus.

 

“Walaupun dalam situasi kondisi saat ini  masih pandemi, kita harus bijak menggunakan hikmat, dan marilah kita terus tingkatkan iman dan imun serta terus berdoa kepada Tuhan agar kita selalu dilindungi dari setiap marah bahaya,” tukasnya. (R g b p News)