R g b p News
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke 65 Injil masuk ke pedalamam
Papua, Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua di Tanah Papua Wilayah
Mimika, menggelar peringatan yang dipusatkan di halaman Gereja
Baptis jemaat Batu Karang Timika (Kamis Tanggal 28
Oktober tahun 2021
Kegiatan ini mengangkat thema;
“ORANG BENAR AKAN HIDUP OLEH IMAN”(ROMA 1 ayat 17),
sedangkan untuk sub temanya adalah, Melalui Hari Perayaan Misi Penginjilan
Gereja Baptis Papua ke 65 Tahun, Umat Baptis diharapkan Menjadi Jemaat yang
Misioner dalam Daya, Dana dan Doa.
Dalam kegiatan ini dimulai dengan pembacaan sejarah singkat penyebaran
Injil Kristus di Papua di daerah Pedalaman yang di sampaikan oleh mewakili
Badan Pelayan Pusat-Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua yaitu, Ibu Penetina
Kogoya, S I P.
Injil Tuhan Yesus Kristus tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu sehingga
menjadi bagian dalam kehidupan umat yang harus dipahami, bahwa Injil
Tuhan Yesus Kristus harus terus diberitakan sampai ke ujung bumi
sekalipun.
Ketua Departemen PW Baptis Papua ibu Dorkas Wenda, S pdk, hadir di tengah
umat Baptis Wilayah Timika mengungkapkan Hari ulang tahun Pekabaran Injil ke-65
tahun 2021 ini, kita rayakan masih dalam situasi dan kondisi yang berbeda
karena dirayakan ditengah situasi dan kondisi Pandemi COvid-19 ini. Saya hendak
mengajak semua umat Baptis wilayah Timika untuk terus
mensyukuri Hari Ulang Tahun ke-65 Tahun Pekabaran Injil Di daerah pedalaman
Tanah Papua. yang dilalui dan dirayakan di tahun 2021 ini dengan keyakinan
bahwa, tanpa INJIL maka semua manusia di Tanah ini, tidak mungkin hidup
berdampingan seperti saat ini, tetapi Iman kita menyakini bahwa hanya karena
Injil Kristus saja, kita boleh ada bersama seperti di saat ini.
Ibu Ketua Departemen Persekutuan Wanita Baptis Papua, Ibu Dorkas Wenda S
Pdk, menekankan bahwa lewat syukur ini, kiranya memberi motivasi dan semangat
bagi segenap anak-anak Tuhan dalam menjalankan seluruh tugas dan tanggung jawab
di tengah dunia dan kerjanya yang dipercayakan Tuhan, sehingga perayaan ini
memberikan support kepada segenap anak-anak Tuhan dimanapun dirinya hidup dan
bekerja serta melayani sebagai apapun, semuanya bertanggungjawab untuk
menyaksikan Injil Tuhan Yesus Kristus kepada dunia dan harus merenungkan
perayaan ini sebagai momen penting untuk memotivasi setiap orang untuk terus
bekerja dengan lebih giat dan lebih baik lagi sebagai tanda syukur kepada
Tuhan.
Para Rasul-Rasul adalah Saksi Hidup sedangkan kita saat ini Saksi
IMAN. Orang yang beriman adalah orang yang mengarahkan pandangannya pada
kekekalan, dan mereka bukanlah orang melarikan diri dunia (eskapis) seperti
yang dituduhkan oleh Karl Max. Orang yang beriman kepada Tuhan adalah orang
yang mendapatkan kekuatan yang besar dalam hidupnya, sehingga hidup mereka
dipakai untuk menjadi berkat terbesar bagi umat manusia. Siapakah yang telah
memberikan sumbangsih terbaik dan terbesar bagi umat manusia, kecuali mereka
yang hidupnya telah diubah dan diberkati oleh Tuhan, sehingga dapat menjadi
berkat bagi umat manusia pada umumnya, dan gereja pada khususnya? Orang beriman
ialah orang yang menerima kehendak Allah di dalam hidupnya, dan di dalam
ketaatan mereka kepada kehendak Allah, mereka mengalami transformasi yang luar
biasa untuk mempersiapkan mereka dipakai oleh Allah untuk merubah dunia ini.
Orang yang mampu untuk merubah dunia menjadi lebih baik adalah orang- orang
yang beriman, salah satunya adalah William Wilberforce. Melalui pergumulan
rohani yang penuh dengan kepahitan selama 52 tahun akhirnya ia telah berhasil
menghapuskan perbudakan di Inggris dengan indah. Apakah kita telah merubah
dunia di sekitar kita menjadi lebih baik? Sudahkah diri kita dipakai menjadi
alat bagi Dia? Orang yang beriman bukanlah orang yang mudah berputus asa dan
mudah menyerah saat melihat realita dunia yang hancur ini tapi mereka justru
melihat ada rencana dan kehendak Tuhan yang akan tergenapi di dunia. Anak- anak
Tuhan pasti dapat merubah dunia menjadi lebih baik oleh karena itu janganlah
kita menjadi takut dan mudah berputus asa sebab Tuhan pasti akan memberikan
kekuatan dan kemampuan pada kita. Amin..!!
Pantauan Redaksi Gema Baptis News, perayaan ibadah syukur ini, di isi
dengan atraksi drama yang mengisahkan sejarah masuknya Injil di
Pedalaman Tanah Papua. Drama ini diperankan para remaja dan
pemuda Baptis Wilayah Timika.
Ibu Ketua Departement PW yang dipercayakan sebagai pengkhotbah juga
mengisahkan tentang perjalanan para penginjil yang mengorbankan jiwa raga untuk
memperkenalkan Injil pada orang -orang tua jaman lalu.
Menurut dia, para penginjil lokal jaman dahulu menunjukan semangat
kemandirian yang luar biasa, dalam mengabarkan Injil di Tanah Papua.
“Mereka tidak mengenal lelah, walau berjalan kaki memberitakan Injil naik
gunung, turun lembah dan jarak yang jauh sekalipun.
Dengan semangat orang-orang tua kita dulu menjual hasil ternak
ataupun tanaman, hanya untuk mereka pakai dalam kegiatan mengabarkan Injil di
seluruh penjuru Tanah Papua. Semangat kemandirian itulah yang seharusnya ditiru
oleh jemaat Tuhan pada masa sekarang,”
Dalam kotbahnya juga mengingatkan hukum kasih yang menjadi fondasi
kehidupan umat Nasrani sejak gereja awal.
“Mau agama apa saja, dari suku mana saja, rambut lurus rambut keriting,
kulit putih kulit hitam, Injil jadi tonggak kehidupan, guna terciptanya cinta
dan kasih,” ungkapnya.
“Kita harus yakin, Dengan iman sesulit apapun keadaan kita, harus yakini
Tuhan Akan beserta kita sampai akhir jaman,”
Perayaan tahun ini diwarnai fragmen atau drama yang diperagakan oleh pemuda
pemudi Baptis Wilayah Timika.
Selanjutnya Dalam Sambutan mewakili B P P - P G B P Ibu Penetina
Kogoya, menerangkan, usai masuknya Injil di Tanah Papua 65 tahun silam, pekabaran
Injil selalu berkembang ke seluruh pelosok di Tanah Papua.
“Ada catatan sejarah, ada kolaborasi denominasi gereja dalam pekabaran
Injil di Tanah Papua. Dan kita terus bergandengan tangan dalam suasana Damai
menebarkan benih kebenaran Injil Kristus.
“Walaupun dalam situasi kondisi saat ini masih pandemi, kita
harus bijak menggunakan hikmat, dan marilah kita terus tingkatkan iman dan imun
serta terus berdoa kepada Tuhan agar kita selalu dilindungi dari setiap marah
bahaya,” tukasnya. (R g b p News)

